Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

EMT IDI Fokus Cegah Penyakit Menular di Posko Pengungsi Gempa Cianjur


Ketua Emergency Medical Team (EMT) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Lucky mengatakan, pihaknya memprioritaskan kesehatan para pengungsi korban gempa bumi Cianjur. 

EMT IDI berupaya mencegah terjadinya penyakit menular di posko-posko pengungsi yang berada di kawasan Cibeureum, Cugenang, Cianjur. Bersama tim yang terdiri dari perawat, apoteker, dan pendukung, Dr Lucky berkeliling ke sejumlah poskos untuk melakukan edukasi sekaligus penanganan medis. 

“Kami berupaya mencegah terjadinya penyakit menular atau kejadian luar biasa dari makanan atau dari sanitasi air. Kalau pengungsi ada diare kan kasihan,” ujar Dr Lucky saat dihubungi, Jumat 25 November 2022. 

Berdasarkan pengamatannya, Dr Lucky mengatakan, tenda dan toilet yang berada di posko-posko pengungsian tidak layak digunakan. Bahkan, ada posko pengungsian yang tidak ada toilet. Padahal, sanitasi air bersih sangat dibutuhkan untuk mencegah penyakit menular. 

“Kalau tenda itu hanya layak dalam waktu 3-4 hari. Padahal penggunaan tenda bisa sampai 2 minggu. Kalau bisa tenda dan toilet itu harus layak di masa tanggap darurat ini,” kata Lucky.

Kondisi itu sangat berbahaya bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, balita, dan bayi. Sebab, resiko tertular penyakit lebih besar. 

“Kalau untuk penyakit berat seperti patah tulang, sudah pasti tertolong. Hampir 95 persen tertolong semua oleh tenaga medis karena dokter ahli bahkan profesor juga datang.  Penanganan korban gempa juga dibantu oleh dokter dari TNI-Polri. Makanya pencegahan penyakit menular dan lingkunganya itu yang perlu diperhatikan,” kata Dr Lucky.

Dr Lucky mengatakan, para pengungsi juga membutuhkan pendampingan psikologis. Selain itu, diperlukan juga pendataan pengungsi korban yang lengkap supaya distribusi bantuan bisa tepat sasaran. Dia mengatakan, masih banyak pengungsi yang belum terdata bantuan.

Posting Komentar untuk "EMT IDI Fokus Cegah Penyakit Menular di Posko Pengungsi Gempa Cianjur"